Minggu, 21 Mei 2017

Situs Rondo Kuning

Terletak di dusun Kambangan, Ngimbang. Situs ini berupa arca yang disebut Rondo Kuning yang terletak didalam bangunan cungkup permanen. Arca tertanam setengah badan dan sekaligus dijadikan sebagai bagian nisan dari makam yang seluruh jiratnya diplaster dengan semen.

Makam tersebut dikenal pula dengan sebutan makam 'Mbah Buyut'. Arca dengan muka yang aus digambarkan bertangan empat, tangan kanan belakang memegang camara dan tangan kiri memegang aksamala, dua tangan di depan dalam sikap dhyana atau yoga mudra. Arca juga digambarkan memakai jatamakita, upawita, kelat bahu, dan kalung. Bagian belakang arca terdapat prabhamandala dan di belakang kepalanya terdapat sirascakra berbentuk oval (Nastiti, 2014 10-11). Arca tersebut memiliki ukuran : tinggi 20 cm, lebar 18 cm, dan tebal 30 cm. Dari atributnya, arca ini diperkirakan arca Siwa.

Diluar cungkup terdapat sebuah lumpang dari batu andesit diantara kumpulan bata-bata dan batu. Ukurannya : diameter 50 cm, tinggi 26 cm, diameter lubang 26 cm dan dalam 20 cm.

Menurut cerita masyarakat sekitar, mereka tidak mengetahui asal mula penyebutan rondo kuning, yang mereka tahu sejak dulu sudah berupa makam dan dikeramatkan. Namun biasanya warna kuning identik dengan warna kulit kuning yaitu berasal dari negari Campa. Mengingat arca siwa adalah atribut peribadatan masa hindu, maka kisah rondo kuning sendiri bisa diduga muncul pada era setelahnya.

Source : Team Laskar Airlangga





Tidak ada komentar:

Posting Komentar